LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH:
WAFIQAH ALVIA. R
(A1C118047)
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII. DATA PENGAMATAN
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Disiapkan 4 tabung. Tabung 1 = fenilalanin, tabung 2 = alanin , tabung 3 = susu , tabung 4 = albumin |
Untuk dilakukan uji biuret |
Tabung 1,2,4 = tidak berwarna. Tabung 3 = putih |
|
2. |
Di tetesin dengan biuret |
- |
|
|
3. |
Lalu di homogenkan |
Agar terbentuknya warna hasil uji biuret |
Tabung 1 dan 2= tidak berwarna Tabung 3 dan 4 = berwarna ungu |
|
4. |
Dilakukan pemanasan dengan dimasukan tabung 3 dan 4 ke dalam gelas kimia yang terdapat air yang dipanaskan |
Untuk mempercepat laju reaksi |
Tabung 3 = berwarna coklat muda Tabung 4 = berwarna coklat tua bagian atas , berwarna bening bagian bawah |
VIII. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan dari video mengenai uji protein dan asam amino yaitu uji biuret untuk protein. Uji biuret digunakan untuk menunjukkan adanya ikatan peptida dalam suatu zat yang diuji. Adanya ikatan peptida mengindikasikan adanya protein, karena asam amino berikatan dengan asam amino yang lain melalui ikatan peptida membentuk protein. Ikatan peptida merupakan ikatan yang terbentuk ketika atom karbon dari gugus karboksil suatu molekul berikatan dengan atom nitrogen dari gugus amina molekul lain. reaksi tersebut melapaskan molekul air sehingga disebut reaksi kondensasi. Makin banyak atau makin penjang ikatan peptida dalam protein maka warna ungu akan makin kuat intensitasnya. Banyaknya asam amino yang terikat pada ikatan peptida mempengaruhi warna reaksi ini. Senyawa dengan dipeptida akan memberi warna biru, tripeptida ungu, dan tetrapeptida serta peptida kompleks akan memberikan warna merah. Senyawa kompleks yang dihasilkan berwarna ungu disebabkan karena terjadinya reaksi reduksi dai Cu2+ menjadi Cu+, dikarenakan Cu+ ini tidak stabil maka energinya tinggi sehingga terbentuk senyawa kompleks berwarna ungu. Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah pada percobaan ini dilakukan uji terhadap fenilalanin (sampel 1), alanin (sampel 2), susu (sampel 3), dan albumin (sampel 4). Reagen biuret yang digunakan pada percobaan ini yaitu campuran larutan CuSO4 dan NaOH. Fungsi pereaksi NaOH dan CuSO4 adalah untuk membuat suasana larutan menjadi basa dan untuk menghasilkan senyawa kompleks berwarna ungu.
Langkah yang dilakukan yaitu
masing-masing sampel dimasukkan kedalam tabung reaksi dan ditetesi
reagen biuret. Dihasilkan tabung 1 dan 2 tidak berwarna, tabung 3 dan 4
berwarna ungu. Setelah itu dilakukan pemanasan dengan dimasukan tabung 3
dan 4 ke dalam gelas kimia yang terdapat air yang dipanaskan. Maka
didapatkan tabung 3 berwarna coklat muda, tabung 4 berwarna coklat tua
bagian atas dan berwarna bening bagian bawah. Berdasarkan hasil
pengamatan yang telah dilakukan maka dapat diketahui susu dan albumin
merupakan protein dan mengandung ikatan peptida. Hal ini dibuktikan
dengan berubahnya warna larutan menjadi ungu setelah ditambahkan reagen
biuret akan tetapi setelah pemanasan warna larutan berubah menjadi
coklat. Seharusnya pada uji biuret ini tidak dilakukan pemanasan
dikarenakan pereaksi pada reagen biuret mengandung CuSO4 yang apabila
dipanaskan akan membentuk kristal dan jika dipanaskan maka ikatan
peptida akan rusak sehingga tidak dapat dideteksi.
IX. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa :
- Asam amino adalah sumber asam amino yang mengandung gugus fungsional dan asam amino biasanya NH2
- Protein adalah sumber asam amino dan mengandung unsur C,H,O dan N yang tidak memiliki lemak dan karbohidrat
- Asam amino diperoleh sebagai hasil hidrolisis protein baik menggunakan enzim maupun asam
- Protein sederhana adalah protein yang apabila terhidrolisis atau menghasilkan asam amino saja, sedangkan protein terkonjugasi apabila terhidrolisis akan menghasilkan asam amino dan komponen organik ataupun komponen anorganik yang disebut gugus protein
- Ada beberapa metode analisis asam amino misalnya metode gravimetri, kalorimetri, mikrobiologi, kromatografi dan elektrofosesis
- Pada uji biuret ketika ditambahkan beberapa tetes CuSO4 yang sangat encer ditambahkan pada akhir kuat dan peptida atau protein dihasilkan warna ungu. uji xantoproteat digunakan untuk menguji protein asam amino yang memiliki cincin benzena
Kahli, 2009. Kimia Organik. Jakarta : UI Press
Muhsafaat, 2015. Kualitas Protein dan Komposisi Asam Amino Ampas Sagu Hasil Fermentasi Aspargalus Ninger dengan Penambahan Urea dan Zeolit : Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia.Vol 20.No 2
Poedjadi, 2006. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : UI Press
Purnomo, 2014. Kadar Protein dan Profik Asam Amino Daging Boer (PB) Konsentrasi : Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak. Vol 7. No 1
Tim Penyusun Penuntun Kimia Organik II, 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi
Muhsafaat, 2015. Kualitas Protein dan Komposisi Asam Amino Ampas Sagu Hasil Fermentasi Aspargalus Ninger dengan Penambahan Urea dan Zeolit : Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia.Vol 20.No 2
Poedjadi, 2006. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : UI Press
Purnomo, 2014. Kadar Protein dan Profik Asam Amino Daging Boer (PB) Konsentrasi : Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak. Vol 7. No 1
Tim Penyusun Penuntun Kimia Organik II, 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi
Pertanyaan :
- Mengapa hanya melalui uji biuret tidak dengan pbs?
- Apa fungsi pemanasan pada percobaan ini?
- Jika pereaksi pada reagen biuret mengandung CuSO4 yang apabila dipanaska, apa yang akan terjadi?

Baiklah saya Nurhalimah (024) akan mencoba menjawab permasalahan no 2 yaitu apa fungsi pemanasan pada percobaan ini, jadi fungsi pemanasan pada percobaan ini adalah agar mempercepat laju reaksi. Terimmakasih
ReplyDelete1. Menurut saya hal itu dikarenakan pada percobaan ini tujuannya ialah untuk menguji adanya protein pada sampel sehingga digunakan uji biuret sedangkan untuk uji PbS itu digunakan untuk menguji ada tidaknya kandungan belerang pada sampel tersebut.
ReplyDeleteTerima kasih
Baiklah saya Kelantan (023) akan menjawab permasalahan no.3
ReplyDeleteJika dilakukan pemanasan pada reagen biuret maka CuSO4 akan membentuk kristal, kemudian ikatan peptida akan pecah dan rusak sehingga protein akan sulit untuk dideteksi.