Skip to main content

Laporan Percobaan 12 "Uji Asam Amino dan Protein

 

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II


















DISUSUN OLEH:
WAFIQAH ALVIA. R
(A1C118047)












DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.












PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020








VII.    DATA PENGAMATAN
 

NO

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL

1.

Disiapkan 4 tabung. Tabung 1 = fenilalanin, tabung 2 = alanin , tabung 3 = susu , tabung 4 = albumin

Untuk dilakukan uji biuret

Tabung 1,2,4 = tidak berwarna. Tabung 3 = putih

2.

Di tetesin dengan biuret

-


3.

Lalu di homogenkan

Agar terbentuknya warna hasil uji biuret

Tabung 1 dan 2= tidak berwarna

Tabung 3 dan 4 = berwarna ungu

4.

Dilakukan pemanasan dengan dimasukan tabung 3 dan 4 ke dalam gelas kimia yang terdapat air yang dipanaskan

Untuk mempercepat laju reaksi

Tabung 3 = berwarna coklat muda

Tabung 4 = berwarna coklat tua bagian atas , berwarna bening bagian bawah


VIII.    PEMBAHASAN

    Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan dari video mengenai uji protein dan asam amino yaitu uji biuret untuk protein. Uji biuret digunakan untuk menunjukkan adanya ikatan peptida dalam suatu zat yang diuji. Adanya ikatan peptida mengindikasikan adanya protein, karena asam amino berikatan dengan asam amino yang lain melalui ikatan peptida membentuk protein. Ikatan peptida merupakan ikatan yang terbentuk ketika atom karbon dari gugus karboksil suatu molekul berikatan dengan atom nitrogen dari gugus amina molekul lain. reaksi tersebut melapaskan molekul air sehingga disebut reaksi kondensasi. Makin banyak atau makin penjang ikatan peptida dalam protein maka warna ungu akan makin kuat intensitasnya. Banyaknya asam amino yang terikat pada ikatan peptida mempengaruhi warna reaksi ini. Senyawa dengan dipeptida akan memberi warna biru, tripeptida ungu, dan tetrapeptida serta peptida kompleks akan memberikan warna merah. Senyawa kompleks yang dihasilkan berwarna ungu disebabkan karena terjadinya reaksi reduksi dai Cu2+ menjadi Cu+, dikarenakan Cu+ ini tidak stabil maka energinya tinggi sehingga terbentuk senyawa kompleks berwarna ungu. Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah pada percobaan ini dilakukan uji terhadap fenilalanin (sampel 1), alanin (sampel 2), susu (sampel 3), dan albumin (sampel 4). Reagen biuret yang digunakan pada percobaan ini yaitu campuran larutan CuSO4 dan NaOH. Fungsi pereaksi NaOH dan CuSO4 adalah untuk membuat suasana larutan menjadi basa dan untuk menghasilkan senyawa kompleks berwarna ungu. 
     
    Langkah yang dilakukan yaitu masing-masing sampel dimasukkan kedalam tabung reaksi dan ditetesi reagen biuret. Dihasilkan tabung 1 dan 2 tidak berwarna, tabung 3 dan 4 berwarna ungu. Setelah itu dilakukan pemanasan dengan dimasukan tabung 3 dan 4 ke dalam gelas kimia yang terdapat air yang dipanaskan. Maka didapatkan tabung 3 berwarna coklat muda, tabung 4 berwarna coklat tua bagian atas dan berwarna bening bagian bawah. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan maka dapat diketahui susu dan albumin merupakan protein dan mengandung ikatan peptida. Hal ini dibuktikan dengan berubahnya warna larutan menjadi ungu setelah ditambahkan reagen biuret akan tetapi setelah pemanasan warna larutan berubah menjadi coklat. Seharusnya pada uji biuret ini tidak dilakukan pemanasan dikarenakan pereaksi pada reagen biuret mengandung CuSO4 yang apabila dipanaskan akan membentuk kristal dan jika dipanaskan maka ikatan peptida akan rusak sehingga tidak dapat dideteksi.
 
IX.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa :
  1. Asam amino adalah sumber asam amino yang mengandung gugus fungsional dan asam amino biasanya NH2
  2. Protein adalah sumber asam amino dan mengandung unsur C,H,O dan N yang tidak memiliki lemak dan karbohidrat
  3. Asam amino diperoleh sebagai hasil hidrolisis protein baik menggunakan enzim maupun asam
  4. Protein sederhana adalah protein yang apabila terhidrolisis atau menghasilkan asam amino saja, sedangkan protein terkonjugasi apabila terhidrolisis akan menghasilkan asam amino dan komponen organik ataupun komponen anorganik yang disebut gugus protein
  5. Ada beberapa metode analisis asam amino misalnya metode gravimetri, kalorimetri, mikrobiologi, kromatografi dan elektrofosesis
  6. Pada uji biuret ketika ditambahkan beberapa tetes CuSO4 yang sangat encer ditambahkan pada akhir kuat dan peptida atau protein dihasilkan warna ungu. uji xantoproteat digunakan untuk menguji protein asam amino yang memiliki cincin benzena  
X.    DAFTAR PUSTAKA
 
Kahli, 2009. Kimia Organik. Jakarta : UI Press

Muhsafaat, 2015. Kualitas Protein dan Komposisi Asam Amino Ampas Sagu Hasil Fermentasi Aspargalus Ninger dengan Penambahan Urea dan Zeolit : Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia.Vol 20.No 2

Poedjadi, 2006. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : UI Press

Purnomo, 2014. Kadar Protein dan Profik Asam Amino Daging Boer (PB) Konsentrasi : Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak. Vol 7. No 1

Tim Penyusun Penuntun Kimia Organik II, 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi 
 
Pertanyaan :
  1. Mengapa hanya melalui uji biuret tidak dengan pbs?
  2. Apa fungsi pemanasan pada percobaan ini?
  3. Jika pereaksi pada reagen biuret mengandung CuSO4 yang apabila dipanaska, apa yang akan terjadi?
 

Comments

  1. Baiklah saya Nurhalimah (024) akan mencoba menjawab permasalahan no 2 yaitu apa fungsi pemanasan pada percobaan ini, jadi fungsi pemanasan pada percobaan ini adalah agar mempercepat laju reaksi. Terimmakasih

    ReplyDelete
  2. 1. Menurut saya hal itu dikarenakan pada percobaan ini tujuannya ialah untuk menguji adanya protein pada sampel sehingga digunakan uji biuret sedangkan untuk uji PbS itu digunakan untuk menguji ada tidaknya kandungan belerang pada sampel tersebut.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  3. Baiklah saya Kelantan (023) akan menjawab permasalahan no.3

    Jika dilakukan pemanasan pada reagen biuret maka CuSO4 akan membentuk kristal, kemudian ikatan peptida akan pecah dan rusak sehingga protein akan sulit untuk dideteksi.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jurnal Percobaan-01 "Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat"

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II DISUSUN OLEH: WAFIQAH ALVIA. R (A1C118047) DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2020 I.       Judul      "Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat" II.     Hari/Tanggal        Rabu, 07 Oktober 2020 III.   Tujuan        Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu : Dapat mengetahui dan memahami salah satu reaksi substitusi elektrofilik pada senyawa aromatik. Dapat mengetahui dan memahami sifat kearomatikan dari senyawa aromatik yang tersubstitusi.       IV.     Landasan Teori     Senyawa aromatik adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki sifat-sifat yang mirip dengan sifat-sifat kimia dari benzena. Senyawa hidrokarbon aromatik bila mengalami reaksi, maka reaksi yang akan dijalaninya cenderung merupak...