Skip to main content

Laporan Percobaan 08 "Isolasi Senyawa Bahan Alam (Steroid dan Terpenoid)"

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II


















DISUSUN OLEH:
WAFIQAH ALVIA. R
(A1C118047)












DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.












PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020


VII.    DATA PENGAMATAN

NO

PERLAKUAN

TUJUAN PENGAMATAN

HASIL PENGAMATAN

1.

Ditimbang 20 gr alga merah dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer + 100 ml methanol dan dimaserasi selama 24 jam

Untuk memulai menunjukkan senyawa steroid

Ekstrak etanol larut dalam metano Larutan berwarna hijau pekat

2.

Dikumpulkan filtrate dalam labu alas bulat dan Ekstrak methanol dipekatkan dengan alat rotary vaporator evaporator dilakukan pada suhu 35oC .

 

memisahkan pelarut dngan ekstrak alga merah

Larutan berwarna hijau bening

3.

Dihidrolisis dengan menambahkan 10mL HCl 2 M dan distirer selama 1 jam

untuk memutus ikatan glikosida glycans dan ugly cones

Larutan hijau keruh

4.

Hasil hidrolisis yang diperoleh ditambahkan natrium bikarbonat (NaHCO3) hingga pH netral

Untuk menghentikan reaksi hidrolisis

Larutan mengental dan memadat hijau pekat

5.

Dilakukan ekstraksi cair-cair yaitu partisi dengan 10 mL N-heksan.Selanjutnya ekstrak ditambahkan 10 mL etil asetat dan 10 mL kloroform kemudian diekstraksi

Partisi separasi untuk memisahkan senyawa steroid nonpolar dari senyawa polar lain

Larutan terbagi menjadi dua

Atas : bening putih

Bawah : kuning dan bercampur oren gelap

Sebagiankecil 0,3 untuk 6 gram didapat dengan rendemen 78,13%

6.

Ekstrak 1mg dengan reagen birch Lieberman (setengah mL asam asetat anhidrat dan 1-2 mL H2SO4 pekat

Untuk menunjukkan adanya senyawa steroid

Hasil positif pada seroid mucul Warna hijau. Tes disini positif pada tripid enoyed yang ditunjukkan dengan warna merah bata


VIII.    PEMBAHASAN
    Dalam percobaan kali ini mengenai Isolasi Senyawa Bahan Alam (Steroid dan Terpenoid). Senyawa bahan alam yang kami gunakan adalah alga merah, dimana alga merah ditimbang sebanyak 20 gr  dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer + 100 ml methanol dan dimaserasi selama 24 jam dengan hasil ekstrak etanol larut dalam metano Larutan berwarna hijau pekat. Lalu dikumpulkan filtrate dalam labu alas bulat dan Ekstrak methanol dipekatkan dengan alat rotary vaporator evaporator dilakukan pada suhu 35oC. Perlakuan ini berguna untuk memisahkan pelarut dngan ekstrak alga merah dengan hasil larutan menjadi berwarna hijau bening. Perlakuan selanjutnya adalah dihidrolisis dengan menambahkan 10mL HCl 2 M dan distirer selama 1 jam untuk untuk memutus ikatan glikosida glycans dan ugly cones dengan hasil larutan menjadi hijau keruh. Hasil hidrolisis yang diperoleh tadi ditambahkan natrium bikarbonat (NaHCO3) hingga pH netral agar menghentikan reaksi hidrolisis dengan hasil larutan mengental dan memadat hijau pekat.
    Selanjutnya dilakukan ekstraksi cair-cair yaitu partisi dengan 10 mL N-heksan.Selanjutnya ekstrak ditambahkan 10 mL etil asetat dan 10 mL kloroform kemudian diekstraksi , Partisi separasi untuk memisahkan senyawa steroid nonpolar dari senyawa polar lain dan hasilnya Larutan terbagi menjadi dua (Atas : bening putih,Bawah : kuning dan bercampur oren gelap ) Sebagiankecil 0,3 untuk 6 gram didapat dengan rendemen 78,13%.  Perlakuan terakhir adalah ekstrak 1mg dengan reagen birch Lieberman (setengah mL asam asetat anhidrat dan 1-2 mL H2SO4 pekat, perlakuan tersebut digunakan Untuk menunjukkan adanya senyawa steroid dan hasilnya  positif pada seroid mucul Warna hijau. Tes disini positif pada tripid enoyed yang ditunjukkan dengan warna merah bata.

IX.    KESIMPULAN 
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa : 
  1. Teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya pada steroid dan terpenoid yaitu elektron. Ekstraksi yang dipakai adalah serasi yang mana merupakan gerak dan sampel padat dalam kurung simplisia dengan menggunakan pelarut metanol
  2. Sifat fisik dari steroid dan terpenoid dapat dilihat dari terjadinya oksidasi, warna berubah gelap, mempunyai bau yang khas, indeks batas tinggi bersifat optik aktif, karena lebih kerapatan lebih rendah daripada air. Sifat kimianya adalah senyawa yang tak jenuh dan berbentuk spiral.
X.    DAFTAR PUSTAKA

Astuti, 2014. Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Pepaya yang diperoleh dari Daerah Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali : Jurnal Farmasi

Harbone, J. B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Bandung : ITB

Kusrini, Dewi. 2016. Isolasi, Identifikasi Senyawa Steroid dan Daun Getih-getihan dan Uji Aktivitas sebagai Antibakteri : Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi. Vol 9. No 1

Robinson, 1995. Kandungan Senyawa Organik Tumbuhan Tinggi. Bandung : ITB

Tim Penuntun Praktikum Kimia Organik II, 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi

Pertanyaan :
  1. Pada saat pencampuran antara ekstrak metanol dengan etil aseat terjadi perubahan distribusi ekstrak. Mengapa demikian?
  2. Mengapa pada isolasi disini menggunakan metode maserasi?
  3. Mengapa menggunakan metanol sebagai pelarutnya?

Comments

  1. Baiklah saya Kelantan (023) akan menjawab permasalahan no.2

    Pada isolasi ini menggunakan metode ekstraksi jadi ada 2 cara dalam metode ekstraksi yaitu maserasi dan sokletasi. Maserasi merupakan metode ekstraksi dengan proses perendaman bahan dengan pelarut yang sesuai dengan senyawa aktif yang akan diambil dengan pemanasan rendah atau tanpa adanya proses pemanasan. Hal ini sesuai dengan cara ektraksi yang dibutuhkan dalam isolasi ini karena disini terjadi perendaman alga merah di dalam erlenmeyer berisi pelarut metanol selama 24 jam untuk mendapatkan filtratnya.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Baiklah saya mencoba menjawab nomor 1.menurut saya untuk menuju ke zenyawa steroid.terimakasih

    ReplyDelete
  4. baiklah saya nabilah zahrah (026) akan mencoba menjawab permasalahan No. 3 yaitu karena metanol ini merupakan pelarut yg umumnya digunakan (universal)pada pengujian ini dan juga cukup mudah untuk mendapatkan pelarut etanol ini dimana etanol ini adalah pelarut polar yang banyak digunakan untuk mengekstrak komponen polar suatu bahan alam sehingga sangat cocok digunakan pada percobaan ini. terima kasih.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Laporan Percobaan 12 "Uji Asam Amino dan Protein

  LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II DISUSUN OLEH: WAFIQAH ALVIA. R (A1C118047) DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2020 VII.     DATA PENGAMATAN   NO PERLAKUAN TUJUAN HASIL 1. Disiapkan 4 tabung. Tabung 1 = fenilalanin, tabung 2 = alanin , tabung 3 = susu , tabung 4 = albumin Untuk dilakukan uji biuret Tabung 1,2,4 = tidak berwarna. Tabung 3 = putih 2. Di tetesin dengan biuret - 3. Lalu di homogenkan Agar terbentuknya warna hasil uji biuret Tabung 1 dan 2= tidak berwarna Tabung 3 dan 4 = berwarna ungu 4. Dilakukan pemanasan dengan dimasukan tabung 3 dan 4 ke dalam gelas kimia yang terdapat air yang dipanaskan Untuk mempercep...

Jurnal Percobaan-01 "Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat"

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II DISUSUN OLEH: WAFIQAH ALVIA. R (A1C118047) DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2020 I.       Judul      "Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat" II.     Hari/Tanggal        Rabu, 07 Oktober 2020 III.   Tujuan        Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu : Dapat mengetahui dan memahami salah satu reaksi substitusi elektrofilik pada senyawa aromatik. Dapat mengetahui dan memahami sifat kearomatikan dari senyawa aromatik yang tersubstitusi.       IV.     Landasan Teori     Senyawa aromatik adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki sifat-sifat yang mirip dengan sifat-sifat kimia dari benzena. Senyawa hidrokarbon aromatik bila mengalami reaksi, maka reaksi yang akan dijalaninya cenderung merupak...