DISUSUN OLEH:
WAFIQAH ALVIA. R
(A1C118047)
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Pada tabung reaksi 1, dimasukkan 5 tetes minyak Ke dalam tabung reaksi kemudian ditambah 2 ml aquades. Lalu dikocok tabung reaksi selama 1 menit |
Untuk mengetahui adanya emulsi pada lemak |
larutan berwarna putih keruh |
|
2. |
Pada tabung reaksi 2, dimasukkan 5 tetes minyak kedalam tabung reaksi, kemudian ditambah larutan sabun sebanyak 2 ml. kemudian dikocok selama 1 menit. |
- |
larutan berwarna putih susu. |
|
3. |
Pada tabung teaksi 3, dimasukan 5 tetes minyak, kemudian tambhakan putih telur sebanyak 2ml, lalu di kocok selama 1 menit. |
- |
larutan berwarna putih kekuningan di bagian bawah dan putih susu di bagian atas. |
|
4. |
Pada tabung reaksi 3, dimasukkan 5 tetes minyak, kemudian tambahkan santan sebanyak 2ml. kemudian dikocok selama 1 menit |
- |
larutan berwarna putih susu. |
Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan dari video mengenai uji lemak yaitu pembentukan emulsi pada lemak. Emulsi adalah salah satu campuran yang terdiri dari zat yang tidak tercampur atau tidak homogen, seperti air dan minyak, pengemulsian adalah zat yang menstabilkan emulsi yang biasanya berupa protein. Emulsi dapat pula diartikan sebagai dispersi atau suspensi menstabil suatu cairan lain yang keduanya tidak saling melarutkan. Supaya terbentuk emulsi yang stabil maka diperlukan suatu zat pengemulsi yang disebut emulsifier atau emulgator yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan antara kedua fase cairan.Pada pengamatan yang dilakukan pada tabung I yang diisi dengan 5 tetes minyak lalu ditambahkan 2 ml aquades dan dikocok selama 1 menit. Terbentuk larutan berwarna putih keruh berarti emulsinya tidak stabil atau dengan kata lain bahwa kedua cairan ini tidak larut (tidak menyatu), larutan mengalami emulsi tidak stabil dikarenakan tidak adanya emulsigator pada reagen uji sehingga kondisinya tidak stabil.Pada tabung II yang diisi dengan 5 tetes minyak lalu ditambahkan 2 ml larutan sabun dan dikocok selama 1 menit. Terbentuk larutan berwarna putih susu berarti emulsinya stabil atau dengan kata lain bahwa kedua cairan ini larut (menyatu), karena sabun merupakan larutan yang bersifat basa sehingga dapat saling berikatan dengan ikatan minyak. Larutan mengalami emulsi stabil dikarenakan adanya emulsigator pada reagen uji sehingga kondisinya stabil.
Pada tabung III yang diisi dengan 5 tetes minyak lalu ditambahkan 2 ml putih telur dan dikocok selama 1 menit. Terbentuk larutan berwarna putih kekuningan di bagian bawah dan putih susu di bagian atas. Pada campuran ini minyak dan putih telur tidak saling menyatu dikarenakan perbedaan polaritas larutan. Minyak termasuk senyawa non polar dan putih telur termasuk senyawa polar sehingga campuran minyak dan putih telur tidak saling menyatu. Pada tabung IV yang diisi dengan 5 tetes minyak lalu ditambahkan 2 ml santan dan dikocok selama 1 menit. Terbentuk larutan berwarna putih susu susu berarti emulsinya stabil atau dengan kata lain bahwa kedua cairan ini larut (menyatu), larutan mengalami emulsi stabil dikarenakan adanya emulsigator pada reagen uji sehingga kondisinya stabil.
- Lemak disusun dari 2 molekul yang lebih kecil yaitu gliserol dan asam lemak murni tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. lemak tumbuh-tumbuhan yang berwarna dapat disebabkan oleh adanya pigmen asalnya lemak lemak netral atau lemak penyusunnya memiliki rantai karbon yang panjang, tidak larut dalam air tetapi larut dalam lemak yaitu benzena kloroform dietil eter. Titik lebur lemak rendah tetapi lebih tinggi dari suhu saat menjadi padat kembali.
- Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sabun adalah asam stearat, minyak, natrium hidroksida, gliserin, gula pasir, etanol, surfaktan, NaCl, asam sitrat, pewarna dan pewangi. istilah penyabunan mula-mula digunakan untuk menjelaskan reaksi antara Ester dan NaOH menghasilkan molekul sabun (Natrium Stearat) .
Desi, 2011. Lemak dan Minyak. Medan : Universitas Sumatera Utara
Faisal, 2016. Analisis Kandungan Lemak dan Protein Terhadap Kualitas Yogurt dengan Penambahan Susu Skim : Jurnal Ilmiah Kimia Farmasi. Vol 4. No 2
Marwandi, 2016. Analisis Lipid Sederhana dan Lipida Kompleks. Jakarta : Erlangga
- Mengapa pada percobaan ini kedua larutan tidak dapat bercampur?
- Apa itu emulsi?
- Apa fungsi pengocokan pada percobaan ini?

This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteBaiklah saya Khusnul Khotimah (039)akan mencoba menjawab permasalahan no.3
ReplyDeleteAdapun fungsi pengocokan pada percobaan uji lemak yakni agar peneliti dapat mengidentifikasi perlakuan yang dapat mengemulsi pada lemak dimana pada tabung 4 yang berisi lemak dan santanlah yang merupakan lemak yang dapat mengalami emulsi. Terimakasih :)
2. Emulsi adalah suatu keadaan dimana terdapat dua bahan seperti air dan minyak dimana bahan tersebut tidak menyatu dikarenakan adanya perbedaan sifat polar dan non polarnya.
ReplyDeleteSaya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 1
ReplyDeleteMenurut saya pada percobaan ini kedua larutan tidak dapat bercampur dikarenakan larutan tersebut memiliki massa jenis yg berbeda dan juga karena satu larutan nya adalah polar dan satunya lagi adalah non polar hal itulah yg menyebabkan ia tidak bisa bercampur.