DISUSUN OLEH:
WAFIQAH ALVIA. R
(A1C118047)
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Dimasukkan 2 ml masing-masing sampel kedalam tabung reaksi dan ditambahkan H2SO4 melalui bibir tabung sampai terbentuk cincin ungu pada tabung reaksi Tabung 1 : Laktosa Tabung 2 : Sorbitol Tabung 3 : Sukrosa Tabung 4 : Kanji |
Untuk mengetahui apakah terdapat kandungan karbohidrat dari masing-masing sampel yang ditandai timbulnya warna ungu (cincin ungu) pada tabung reaksi |
Tabung 1 : terdapat cincin ungu di dalam tabung reaksi Tabung 2 : terdapat sedikit cincin ungu dalam tabung reaksi Tabung 3 : terdapat cincin ungu di dalam tabung reaksi Tabung 4 : terdapat cincin ungu sedikit sekali |
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Disiapkan 4 tabung reaksi yang sudah diberi label masing-masing sampel |
Pemberian label agar memudahkan peneliti mengamati sampel |
Disiapkan 4 tabung reaksi yang sudah diberi label masing-masing sampel |
|
2. |
Dimasukkan 8 tetes masing-masing larutan sampel kedalam 4 tabung reaksi sesuai dengan label yang telah diberi tadi menggunakan pipet tetes Sampel 1 : Terigu 1% Sampel 2 : Gula Tropicana Slim 1% Sampel 3 : Gula Pasir 1 % Sampel 4 : Madu 1 % |
Untuk dilakukannya uji benedict pada 4 sampel yang kita gunakan |
- |
|
3. |
Ditambahkan 5 ml fraksi benedict kedalam masing-masing tabung reaksi yang sudah berisi bahan yang akan diuji |
Larutan benedict digunakan untuk menguji keberadaan gula pereduksi dalam suatu sampel |
Warna 4 sampel sebelum dilakukannya pemanasan yakni berwarna biru |
|
4. |
Didihkan masing-masing sampel dalam penangas air selama 5 menit |
Fungsi pemanasan menggunakan penangas air yakni untuk mempercepat proses reaksi sehingga perubahan warna akan cepat terbentuk |
- |
|
5. |
Biarkan sampel menjadi dingin dan amati perubahannya |
Untuk mengetahui perubahan warna yang terjadi |
Sampel 1 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru) Sampel 2 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru) Sampel 3 : Adanya perubahan warna menjadi biru kehijauan (Positif mengandung Gula Pereduksi) Sampel 4 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru) |
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Disiapkan bahan 1. Singkong rebus 2. Mie instan ditumbuk halus 3. Roti 4. Biskuit yang sudah di tumbuk 5. Selai kelapa 6. Potongan apel Diteteskan 1-2 tetes betadine kepada masing-masing bahan |
Betadine digunakan untuk menguji keberadaan karbohidrat pada masing-masing bahan |
Betadine mulai terserap kedalam masing-masing bahan |
|
2. |
Didiamkan beberapa saat |
Didiamkan agar betadine benar-benar terserap oleh bahan yang di uji |
1. Pada singkong rebus terdapat warna biru tua kehitaman (Positif mengandung Karbohidrat) 2. Pada mie terdapat warna hitam atau biru kehitaman (Positif mengandung Karbohidrat) 3. Pada roti terdapat warna hitam (Positif mengandung Karbohidrat) 4. Pada biskuit terdapat warna hitam (Positif mengandung Karbohidrat) 5. Pada selai kelapa terdapat warna hitam atau ungu tua (Positif mengandung Karbohidrat) 6. Pada apel menjadi warna biru tua tetapi hanya sedikit perubahan warna yang terjadi (Positif mengandung Karbohidrat) |
Sampel 1 : Terigu 1%
Sampel 2 : Gula Tropicana Slim 1%
Sampel 3 : Gula Pasir 1 %
Sampel 4 : Madu 1 %Biskuit yang sudah di tumbuk, Selai kelapa 6. Potongan apel. Lalu diteteskan 1 sampai 2 tetes betadin kepada masing-masing bahan tujuan digunakan Betadine ini adalah untuk menguji keberadaan karbohidrat pada masing-masing bahan dengan hasil betadin mulai terserap ke dalam masing-masing bahan tersebut. lalu perlakuan selanjutnya adalah didiamkan beberapa saat tujuannya adalah agar Betadine benar-benar terserap oleh bahan uji di mana pada singkong rebus terdapat warna biru tua kehitaman (Positif mengandung Karbohidrat), pada mie terdapat warna hitam atau biru kehitaman (Positif mengandung Karbohidrat), pada roti terdapat warna hitam (Positif mengandung Karbohidrat) , pada biskuit terdapat warna hitam (Positif mengandung Karbohidrat), pada selai kelapa terdapat warna hitam atau ungu tua (Positif mengandung Karbohidrat) dan pada apel menjadi warna biru tua tetapi hanya sedikit perubahan warna yang terjadi (Positif mengandung Karbohidrat)
IX. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan ini dapat disimpulkan bahwa :
- Karbohidrat didefinisikan sebagai senyawa dengan rumus molekul Cn(H2O)n.
- Karbohidrat merupakan turunan aldehid atau keton dan alkohol polihidroksi atau senyawa turunan sebagai hasil hidrolisis senyawa kompleks.
- Karbohidrat terdiri dari 24 kelompok yaitu monosakarida, oligosakarida, polisakarida dan disakarida.
- Semua monosakarida dan disakarida serta beberapa polisakarida larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut organik.
Nurhamidah. 2004. Karbohidrat : Jurnal Ilmu Keolahragaan. Vol 13. No 2
Sumardjo. 2009. Kimia Organik Dasar. Jakarta : UI Press
Tim Penuntun Praktikum Kimia Organik II, 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi
Wiraatmadja. 2011. Strategi Sintesis dan Rancangan Obat Organik. Jakarta : UI Press
- Apakah ada cara lain untuk menguji kandungan karbohidrat disuatu makanan selain menggunakan uji molish, iodium dan benedict?
- Kenapa perlu dilakukan pemanasan pada uji karbohidrat dengan menggunakan pereaksi benedict?
- Pada uji molish, bagaimana pengaruh hasil yang didapatkan jika tidak digunakan nya asam sulfat pekat?
2

Nur Khalishah (052) izin menjawab permasalahn no 2 wafiqah yakni pemanasan tersebut bertujuan agar sampel yang di teliti larut atau bercampur sempurna pada 5 ml fraksi benedict yang di tambahkan pada tabung reaksi
ReplyDeletesaya erma johar akan menjawab no 2. apabila tidak menggunakanasam sulfat pekat reaksinya tidak dpaat berjalan sesuai yang seharusnya mislanya seperti reaksinya lambat dan hasilnya tidak akurat
ReplyDeleteDenora Situmorang (056)
ReplyDeleteno.3 menurut saya maka uji yang dilakukan tifak berjalan dengan baik karena pada petunjuk praktikum harus digunakan asam sulfat pada uji molist tersebut.