JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH:
WAFIQAH ALVIA. R
(A1C118047)
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I. Judul :
"Uji Karbohidrat"
II. Hari/Tanggal :
Rabu, 09 Desember 2020
III. Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :
- Dapat mengenal beberapa karbohidrat yang lazim dan sifat fisisnya.
- Dapat mempelajari perbedaan penting sifat fisis dan kimia dari monosakarida, disakarida dan polisakarida
- Dapat menghubungkan reaksi karbohidrat dengan an-nawawi dasar dan gugus fungsinya
- Dapat mempelajari beberapa reaksi karbohidrat yang paling penting dalam metabolisme
IV. Landasan Teori
Karbohidrat didefinisikan secara umum sebagai senyawa dengan rumus molekul Cn(H2O)n. karbohidrat adalah turunan aldehid atau keton dari alkohol polihidroksi atau senyawa turunan sebagai hasil hidrolisis senyawa kompleks. karbohidrat yang dihasilkan oleh tumbuhan merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam akar, batang dan biji sebagai Pati atau amilum. karbohidrat dalam tubuh manusia dan hewan dibentuk dari beberapa asam amino, Persero lemak dan sebagian besar diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Karbohidrat terdiri dari tiga kelompok yaitu monosakarida, oligosakarida dan polisakarida. Monosakarida merupakan senyawa yang paling sederhana. oligosakarida merupakan senyawa yang dihidrolisis menghasilkan 2 sampai 6 gula monosakarida sedangkan polisakarida merupakan monomer monomer yang berasal dari monosakarida. contoh umum dari ketiga kelompok karbohidrat tersebut adalah glukosa dan amilosa. semua monosakarida dan disakarida serta beberapa polisakarida larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut organik. karbohidrat yang pada hakekatnya adalah polialkohol membentuk ikatan hidrogen dengan air.
Sifat kimia karbohidrat berhubungan dengan gugus fungsi yang terdapat pada molekul nya yaitu gugus oh, gugus aldehid dan gugus keton. semua monosakarida kebanyakan dari disakarida mereduksi senyawa pengoksidasi lemah seperti Cu dalam pereaksi fehling. Karbohidrat seperti ini disebut gula pereduksi. Agar dapat berfungsi sebagai gula pereduksi suatu karbohidrat harus mempunyai gugus fungsi sebagai aldehida atau gugus fungsi hemiasetal yang dapat membuka sebagai aldehida. dari ketiga bentuk glukosa hanya bentuk rantai terbuka 6 siklik yang dioksidasi oleh pereaksi fehling (Tim Penuntun Praktikum Kimia Organik II, 2020).
Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan oleh manusia yang berfungsi untuk menghasilkan energi bagi tubuh manusia. karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama kelompok zat-zat organik yang mempunyai struktur molekul yang berbeda-beda masjid terdapat persamaan persamaan dari sudut kimia dan fungsinya. Semua karbohidrat terdiri atas unsur, karbon, hidrogen dan oksigen. karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi menjadi dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. karbohidrat sederhana terdiri atas monosakarida yang terbentuk dari dua monosakarida yang dapat saling terikat dan disakarida yaitu gula rantai pendek yang dibentuk oleh galaktosa, glukosa dan fruktosa. karbohidrat kompleks terdiri atas polisakarida yang terdiri atas lebih dari 2 ikatan monosakarida dan serat yang dinamakan polisakarida non Pati. karbohidrat selain berfungsi untuk menghasilkan energi juga mempunyai fungsi yang lain bagi tubuh. Fungsi lain karbohidrat yaitu pemberi rasa manis pada makanan, penghambat protein, pengatur metabolisme lemak dan membantu pengeluaran feses (Nurhamidah,2014).
Karbohidrat adalah senyawa kimia yang menjadi sumber energi utama sekitar 80% dari tubuh manusia. Senyawa kimia zat gizi ini terdiri atas karbon, hidrogen dan oksigen dengan rumus kimia Cn(H2O)n, orang dewasa dengan aktivitas sedang setiap hari memerlukan karbohidrat sebesar 8 sampai 12 gram per kilogram berat badan. konsumsi karbohidrat sebaiknya 70% adalah gula kompleks yang bersumber dari serat. Kelebihan karbohidrat khususnya gula sederhana dapat memicu kondisi ketosis yaitu produksi keton oleh hati yang tidak dapat dioksidasi oleh darah. Keadaan ini dapat menyebabkan pembakaran lemak yang berlebihan dengan indikasi peningkatan volume urine, mual, depresi, lelah dan pusing. karbohidrat yang mengandung gula sederhana yaitu gula yang mengandung mudah dimetabolisme menjadi asetil koa yang senyawanya memasuki biosintesis lemak. asupan karbohidrat yang mengandung gula sederhana yang tinggi tanpa diikuti dengan aktivitas fisik akan mempercepat biosintesis lemak. Sumber karbohidrat utama adalah tumbuhan. ganyong adalah tanaman herbal berumbi dengan kandungan karbohidrat yang lebih tinggi sekitar 8 8,2% dibandingkan umbi-umbian lainnya. keberhasilan tersebut menjadi alasan untuk menjadikan ganyong sebagai ganti beras dalam rangka diversifikasi pangan (Nita,2014).
Karbohidrat merupakan senyawa yang paling banyak di alam. hampir semua tanaman dan hewan mensintesis mensintesis dan metabolisme karbohidrat. karbohidrat disintesis dalam tanaman selama fotosintesis melalui proses yang kompleks sinar matahari mengubah CO2 dari udara dan H2O dari dalam tanah dengan tekanan osmosis diangkut ke hijau daun menjadi glukosa
Selulosa menjadi 6CO2 + H2O menjadi 6CO2 + C6H12O6
istilah karbohidrat tumbuh karena rumus kebanyakan senyawa ini dapat dinyatakan sebagai cnh2on atau karbon. karbohidrat yang merupakan hasil alam telah melakukan banyak fungsi penting dalam tanaman ataupun hewan. Melalui fotosintesis tanaman mengubah karbondioksida menjadi karbohidrat yaitu dalam bentuk semula (Wiraatmadja, 2011).
Dalam melakukan fungsinya tubuh memerlukan tenaga atau energi. energi yang diperlukan itu didapat dari energi potensial yaitu energi yang tersimpan dalam bahan-bahan makanan berupa energi kimia dimana energi tersebut akan dilepaskan setelah bahan makanan mengalami proses metabolisme dalam tubuh. di dalam tubuh zat-zat makanan yang mengandung unsur karbon dapat dipergunakan sebagai bahan pembentuk energi yaitu karbohidrat, lemak dan protein. karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama kelompok zat organik yang mempunyai struktur molekul yang berbeda-beda. Meski terdapat persamaan persamaan dari sudut kimia dan fungsinya (Sumardjo, 2009).
V. Alat dan Bahan
Alat
- Tabung reaksi
- Pipet tetes
- Pipet volume
- Bulb (filter)
- Kompor listrik
- Lampu alkohol atau spiritus
- Pengaduk kaca
- Martar atau lumpang
- Stopwatch
- Gelas kimia 100 dan 200 ml
- Gelas dan termometer
Bahan
- Glukosa
- Sukrosa
- Selulosa atau Pati
- Asam sulfat pekat
- Asam klorida
- Natrium hidroksida (NaOH)
- Pereaksi molisch
- Pereaksi Benedict
- Larutan iod
- Pereaksi tollens
- Pereaksi fehling
- Pereaksi basa kuat
- Pereaksi iod dan aquades
VI. Prosedur Kerja
6.1 Uji Molisch
- Diisi masing-masing tabung reaksi dengan 5 ml larutan gula (glukosa, sukrosa, zat Pati/selulosa dalam air)
- Ditambahkan 1 tetes pereaksi molisch dan dikocok perlahan
- Dimiringkan tabung lalu ditambahkan ke dalam 5 mili asam sulfat pekat dengan hati-hati melalui dinding tabung
- Diperhatikan warna lingkaran yang terbentuk pada batas pertemuan dari dua lapisan cairan dalam tabung
- Dikocok dan diencerkan dengan 5 ml air akan terbentuk warna ungu tua
6.2 Reaksi glukosa
A. Pereaksi fehling
- Dimasukkan 2 ml larutan fehling a dan 2 ml larutan fehling B di dalam tabung reaksi
- Ditambahkan beberapa tetes larutan glukosa lalu dikocok perlahan lahan
- dimasukkan tabung tersebut ke dalam penangas air lalu diamati dan dicatat perubahan yang terjadi dan ditulis reaksinya
B. Pereaksi Benedict
- Dimasukkan 2 mili pereaksi Benedict ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan beberapa tetes glukosa dan diaduk perlahan
- Dimasukkan tabung ke dalam penangas air lalu diamati dicatat perubahan yang terjadi dan ditulis reaksinya
C. Pereaksi tollens
- Masukan 2 mili pereaksi tollens dan beberapa tetes larutan glukosa ke dalam tabung reaksi
- Dikocok perlahan dan dipanaskan lalu ditulis reaksinya
D. Uji Iod
- Dimasukkan masing-masing sampai glukosa, sukrosa, selulosa sebanyak 5 ml
- Ditambahkan larutan iod sebanyak 5 tetes dan diamati perubahan warna pada larutan
E. Dengan basa kuat
- Dimasukkan 2 ml larutan glukosa 10% dan 0,5 ml NaOH 25% diaduk perlahan
- Dipanaskan dalam air mendidih selama 5 menit dan diperhatikan rupa dan bahu dari zat yang terbentuk dan ditulis reaksinya
F. Reaksi Sukrosa
- Dilarutkan 1,5 gram sukrosa dalam 200 ml air ke dalam tabung reaksi
- dilakukan seperti percobaan B nomor 1 2 3 dan 4 dengan menggunakan sukrosa sebagai pengganti glukosa
G. Reaksi Laktosa
- Dilarutkan 1,5 gram laktosa dalam 200 ml air.
- Dilakukan seperti percobaan b 1 2 3 dan 4 dengan menggunakan laktosa sebagai pengganti glukosa
6.3 Reaksi Pati
- Digerus menggunakan lumping sebanyak 0,5 gram Pati dengan sedikit air hingga terbentuk pasta dan dipindahkan ke gelas piala
- Ditambahkan air dan dilakukan dekantasi sebanyak 3 kali dengan air sampai cairan di atas endapan menjadi bening dan dikocok perlahan
- Dilakukan percobaan terhadap peti tersebut dengan menggunakan pereaksi fehling, basa kuat dan iod
- Digunakan 2 ml larutan suspensi zat Pati tadi untuk setiap percobaan
- Diamati dan dicatat setiap perubahan yang terjadi pada reaksi yang digunakan
6.4 Reaksi Pati yang dihidrolisis
- Dimasukkan 10 mili larutan Pati sisa percobaan 6.3 pada tabung reaksi dan ditambahkan 1 ml HCl pekat
- Dipanaskan perlahan dengan api kecil lalu diteteskan sedikit cairan pada larutan iodium
- Dipanaskan sampai larutan mendidih sambil setiap menit dilakukan uji warna
- Dilakukan uji ini 5 sampai 6 kali sampai tidak terjadi perubahan warna larutan dan diamati
- Dinetralkan oleh larutan dan dilakukan uji menggunakan pereaksi fehling
Dibawah ini merupakan link video terkait Uji Karbohidrat :
Pertanyaan :
- Apa fungsi ditambahkan asam sulfat pada uji molisch?
- Pada uji tollens, dilakukan pengocokan perlahan. Apabila pengocokan dilakukan sangat kuat, apa yang akan terjadi?
- Pada saat uji pati terhidrolisis, dilakukan uji 5 sampai 6 kali. Mengapa hal itu demikian?

Nur Khalishah (052)
ReplyDeleteAkan menjawab permasalahan wafiqah no 3 . Pada saat uji pati terhidrolisis, dilakukan uji 5 sampai 6 kali hal ini bertujuan sampai tidak terjadi perubahan warna larutan dan diamati
saya erma johar akan menjawab no 2. pengocokan yang berlebihan dalam merusak strktur larutan itu karena larutan ini tidak akan homogen apabila terlalu cepat sehinggaharus perlahan-lahan
ReplyDeleteDEnora Situmorang (056)
ReplyDeletepkarena dengan penambahan asam sulfat pada uji molish akan menyebabkan perubahaan warna pada larutan tersebut sehingga diketahui apakah larutan tersebut memiliki kandungan karbohidrat.