LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH:
WAFIQAH ALVIA. R
(A1C118047)
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII. DATA PENGAMATAN
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1 |
Proses refluks : Dimasukkan 25 gram teh kedalam labu dalas datar 500 ml + 10 gram CaCO3 + 250 ml aquades dan diaduk |
Untuk dilakukan proses refluks |
- |
|
2 |
Direfluks larutan selama 20 menit dan hentikan |
Agar larutan bercampur dengan baik |
- |
|
3 |
Disaring dan dekantasi larutan |
Untuk memisahkan larutan dari padatan teh |
Larutan berwarna cokelat gelap |
|
5 |
Proses ekstraksi cai-cair : Dituangkan filtrate kedalam corong pemisah + 25ml metilen klorida |
- |
- |
|
6 |
Dikocok secara perlahan,dan sesekali dibuka kran corong pemisah |
Untuk memisahkan larutan dan mencegah terjadinya emulsi |
Terbentuk 2 lapisan : Atas : coklat gelap Bawah : jernih ( hasil ekstraksi) |
|
7 |
Dimasukkan hasil ekstraksi kedalam erlenmeyer |
- |
- |
|
8 |
Proses ekstraksi bertingkat : Dimasukkan 25ml metilen klorida kedalam corong pemisah yang masih berisi larutan cokelat tadi |
Agar metilen klorida bisa melarutkan zat dengan baik |
- |
|
9 |
DIkocok kembali sambil sesekali dibuka kran corong pemisah |
Untuk memisahkan larutan |
Terbentuk 2 lapisan: Atas: cokelat gelap Bawah : hijau bening |
|
10 |
Dimasukkan hasil ekstraksi yang terdapat pada lapisan bawah kedalam erlenmeyer |
- |
- |
|
11 |
Ditambahkan sebanyak 5x sudip Na2SO4 anhidrat kedalam Erlenmeyer yang berisi hasil ekstrasi |
Untuk dilakukan dekantasi |
Larutan berwarna jernih |
|
12 |
Dipindahkan kedalam gelas kimia dan Dipanaskan larutan |
Untuk membentuk kristal |
Terbentuk Kristal |
|
13 |
Proses rekristalisasi : Ditambahkan 10 ml aseton kedalam gelas kimia dipanaskan kembali hingga larutan tersisa sedikit |
- |
Larutan berwarna kekuningan |
|
14 |
Ditambahkan N- heksana dengan cara ditetesi sedikit demi sedikit |
Agar larutan jenuh dan diperoleh endapan |
Terdapat endapan putih dibagian bawah gelas kimia |
|
15 |
Didinginkan larutan menggunakan mangkuk berisi es batu |
Agar Kristal lebih cepat terbentuk |
Kristal berwarna putih |
|
16 |
Disaring Kristal menggunakan kertas saring dan corong gelas |
Untuk mendapatkan kristal |
Kristal berwarna putih |
|
17 |
Dipindahkan Kristal keatas cawan dan dioven selama kurang lebih 5 menit dengan suhu 100 C |
- |
Kristal berwarna putih |
|
18 |
Ditimbang Kristal menggunakan neraca analitik |
- |
Didapat 0,358 gr caffein |
|
19 |
Dilakukan penentuan titik lebur dan titik didih dengan melting point |
- |
- |
|
20 |
Dikarakterisasi dengan FTIR |
- |
- |
VIII. PEMBAHASAN
Setelah vomume dari campuran ini berkurang, maka dilakukan destilasi untuk memisahkan senyawa yang dimaksud, namun karena kurang efisien, maka kami melakukan sublimasi agar langsung terbentuk Kristal tanpa adanya proses perendaman di dalam ice bath , penyaringan dengan corng buncher ataupun perlakuan rekristalisasi untuk menghilang zat-zat yang mungkin mengotori Kristal. Hasil akhir dari isolasi senyawa bahan alam alkaloid ini berupa Kristal berwarna putih.
IX. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa :
- Teknik-teknik isolasi bahan alam sangat banyak sekali yang mana teknik isolasi ini dapat dilakukan dengan cara ekstraksi ataupun isolasi dengan cara maserasi. untuk isolasi senyawa alkaloid biasanya dilakukan dengan menggunakan ekstraksi pelarut.
- Alkaloid secara umum mengandung paling sedikit 1 buah atom nitrogen yang bersifat basa dan merupakan bagian dari ciri-ciri heterosiklik. Reaksi utama yang mendasari biosintesis senyawa alkaloid adalah reaksi si manik antara suatu aldehida dan suatu Amina primer dan sekunder dan suatu senyawa etanol atau fenol. biosintesis alkaloid juga melibatkan reaksi rangkap oksidatif fenol dan metilasi.
X. DAFTAR PUSTAKA
Fitriyani, 2016. Isolasi, Identifikasi, dan Uji Sitotoksik Senyawa Alkaloid dan Daun Mindi. Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia. Vol 2. No 2
Khopkar, 2010. Kimia Organik II. Jakarta : Erlangga
Musdalifa, 2014. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Batang Brotowali : Jurnal Chemica. Vol 15. No 2
Tim Penuntun Praktikum Kimia Organik II, 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi
Utami, 2009. Senyawa-senyawa Metabolit Sekunder. Bandung : Runeka Cipta
Pertanyaan :
- Mengapa daun teh harus di ekstraksi kerika dalam kondisi persentase air minimal atau kering?
- Apakah senyawa yang ikut terlarut ketika proses ekstraksi akan dpat dengan mudah di hilangkan dengan hanya menggunakan kalsium karbonat saja?
- Bagaimana teknik tekik isolasi bahan alam pada alkaloid?

baiklah Saya Nabilah Zahrah (A1C118026) akan mencoba menjawab permasalahan wafiqah pada no 3.
ReplyDeleteteknik isolasi dalam percobaan isolasi alkoloid yaitu dengan metode sokletasi dimana melakukan ekstraksi, refluks, kemudian untuk menentukan kemurniaannya dengan menggunakan kromotografi lapis tipis.
Wisliana (A1C118060)
ReplyDelete1. daun teh harus di ekstraksi kerika dalam kondisi persentase air minimal atau kering dikarenakan agar tidak ada zat lain yang terikut dengan teh ketika hendak dilakukan pengujian.
2. Menurut saya tidak dikarenakan untuk memisahkan campuran atau melarikan campuran itu dilakukan dengan beberapa cara atau langkah-langkahn sehingga tidak semudah itu untuk memisahkan atau campuran larutan tersebut.
ReplyDelete