LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH:
WAFIQAH ALVIA. R
(A1C118047)
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII. Data Pengamatan
|
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL PENGAMATAN |
|
Dimasukkan asam salisilat 5 gram
ke dalam labu lalu ditambahkan larutan asam asetat 1:1 (20 ml air : 20 ml
asam asetat). Kemudian ditambahkan asam sulfat pekat sebanyak 1 ml 20 tetes. |
Penambahan asam sulfat berfungsi sebagai katalisator |
Dihasilkan larutan berwarna putih keruh |
|
Kemudian larutan tersebut direfluks sampai terjadi perubahan warna |
Dilakukannya refluks bertujuan untuk menyempurnakan
hasil reaksi |
Terjadi perubahan warna larutan putih keruh menjadi
warna bening |
Sintesis aspirin dilakukan dengan proses reaksi asetilasi pada gugus fenol, di mana pada praktikum kali ini dilakukan asetilisasi asam salisilat menggunakan katalis proton. Hasil akhirnya berupa aspirin yang memiliki wujud berwarna putih, panjang, menyerupai jarum bening. Jika dilakukan pada suasana berair maka pembuatan aspirin tidak akan menghasilkan produk yang baik,dimana asam asetil salisilat yang terbentuk akan terhidrolisis menjadi asam asetilsalisilat berair.awa turunan dari asam sausilat yang dimodifikasi gugus hidrosik fenoliknya, yang digunakan sebagai analgesic-antiseptik, antilnflamasi dan antiplatat. Asam salisilat adalah senyawa golongan asam karboksilat yang sifatnya sangat iriatif yang mempunyai bentuk Kristal tak berwarna dan larut dalam air dan pelarut organic. Pembuatan aspirin atau asam asetil salisilat di klasifikasikan sebagai reaksi esterifikasi. Reaksi esterifikasi adalah secara umum salah satu antara asam alkanoat dan alkanol membentuk ester dan air. Esterifikasi dapat dilakukan dengan mereaksikan asam dan alcohol dengan adanya asam kuat pekat sebagai katalis. Prosesnya adalah suatu kesetimbangan yang dipercepat oleh ion hidrogen. Factor-faktor yang mempengaruhi kecepatan proses esterifikasi adalah katalisator dan suhu reaksinya.
Dalam percobaan, asam sasilisat kering ditimbang 2,5 gram, diletakkan dalam erlenmayer, asam salisilat ini bertindak sebagai reagen utama untuk membuat aspirin, penambahan 4 ml asam asetat glasial dan 2 tetes H2SO4 pekat sebagai katalis dilingkungan asam. Sebenarnya penggunaan seharusnya yaitu anhidrida asetat dimana anhidrida ini memiliki 2 gugus karboksilat/ ester yang lebih baik disbanding asam asetat glasial yang hanya memiliki 1 gugus -COO- jika dibandingan dengan strukturnya.
Proses pembuatan aspirin, dilakukan pemanasan selama beberapa menit, tujuan pemanasan adalah melarutkan campuran dan mempercepat reaksi esterifikasi. Laju reaksi kimia bertambah dengan naiknya suhu. Kecepatan esterifikasi kimia akan meningkat 2x dengan kenaikan suhu. Penambahan air memiliki tujuan mengikat anhidrida berlebih agar tidak mengganggu reaksi berikutnya. Dalam prosesnya juga dilakukan rekristalisasi, ini memiliki fungsi didapatkan Kristal murni bebas dari residu, pencucian biasanya dengan pelarut air dan alcohol. Untuk memperoleh Kristal murni, campuran dibekukan kembali dalam ice bath. Kemudian disaring, Kristal inilah yang dimaksud dengan produk aspirin (asam asti salisilat). Adapun berat Kristal didapat yaitu 4,3 gram. Kristal bewarna putih padat, walaupun pada umumnya berbentuk jarum.
Adapun kesimpulan yang kami dapatkan dalam praktikum kali ini, yaitu:
- Asam salisilat memiliki kandungan utama asam asetilsalisilat (aspirin)
- Asam asetilsalisilat dapat dibuat dari sintesis dengan asam salisilat dan dieraksikan dengan asam asetat anhidrat
- Asam salisilat merupakan salah satu obat anti inflamsi non steroid golongan salisilat. Bahan ini bisa dibuat dalambentuk linimentum atau salep yang berfungsi untuk menghilangkan nyeri pada pinggang,punggul dan rematik.
X. Daftar Pustaka
Baysinger. 2004. CRC Handbook of Chemistry and Physics 85 ed
Cahyono. 2014. Asetilasi pada fenol dan anisol menggunakan anhidrida asam asetat berkatalis Zr 4+. Zedit Beta : Jurnal MIPA Vol : 37. No : 2
Hoan, Tjay Tan. 2002. Obat-obat Penting. Jakarta : Elex Media
Siswanto. 2016. Validasi Metode HPLC untuk Penetapan Aspirin dan Asam Salisilat dalam Plasma Kelinci Simultan : Jurnal Kefarmasian Indonesia. Vol : 2. No : 2
Pertanyaan
- Mengapa pada proses rekristalisasi saat terbentuknya Kristal perlu penmabahan air ?
- Mengapa pada pembuatan asam asetil salisilat ini perlu ditambahkan dengan H2SO4 pekat ?
- Bagaimana reaksi yang terjadi pada pembuatan asam asetil salisilat ini?

Saya Denora Situmorang (056) akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 penambahan bait pada pembentukan kristal byaitu untuk mempercepat terbentuk kristal aspirin tersebut terimakasih
ReplyDeleteBaiklah disini saya inginmenjawab permasalahan dari nomor 02.menurut saya karena asam H2SO4 sebagai katalis dalam reaksinya. Terimakasih
ReplyDeleteWisliana (A1C118060)
ReplyDelete3. Adapun reaksi yang terjadi dalam pembuatan asam salisilat atau aspirin yaitu :
Asam salisilat+asam asetat dengan katalis asam sulfat menjadi aspirin +air