|
NO |
PERLAKUAN |
HASIL PENGAMATAN |
|
1. |
Dimasukkan 5 mL asam nitrat pekat kedalam labu Erlenmeyer yang sudah
berisi 10 gram gula |
Gula sedikit larut |
|
2. |
Dihubungkan selang tabung tiga ke labu Erlenmeyer dan tutup menggunakan
penutup kayu |
Warna larutan bening dan terdapat gula yang belum larut sempurna |
|
3. |
Dibiarkan beberapa waktu |
Larutan berwarna bening |
|
4. |
Dilakukan pemansan larutan |
Warna larutan menjadi kuning pekat kecoklatan dan mulai timbul gas
nitrogen dioksida |
|
5. |
Dihentikan pemanasan sebentar |
Larutan menjadi coklat pekat kehitaman |
|
6. |
Didiamkan beberapa waktu |
Warna larutan
menjadi agak pudar tidak coklat pekat kehitaman seperti tadi |
|
7. |
Dipanaskan lagi larutan |
Warna larutan kuning |
|
8. |
Dibuka penutup darimulut Erlenmeyer dan dimasukkan larutan kedalam gelas piala
dan dimasukkan kedalam wadah yang berisi air
|
Terbentuk kristal asam oksalat berwarna
putih |
Ketika asam nitrat ditambahkan gula, maka molekul pada gula akan terpecah menjadi asam oksalat dengan berat molekul dan bentuknya yang sederhana. Setelah dicampurkan, disini dilakukan pemanasan yang bertujuan untuk mempercepat pelarutan gula pasir dalam larutan HNO3, beberapa menit pemanasan berlangsung larutan berubah menjadi kuning kecoklatan dan timbul asap coklat yang berbau menyengat, asap yang dikeluarkan dari labu ini adalah gas NO2 yang merupakan hasil reaksi diatas. Gas ini bersifat beracun (karsinogenik). Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan pada lemari asam atau pada ruangan yang terbuka.
- Kami dapat memahami cara pembuatan asam oksalat dengan zat organik yang memiliki berat molekul besar sebagai bahan dasar nya. Pembentukan kristal asam oksalat menggunakan reaksi oksidasi antara gula pasir dan asam nitrat (HNO3)
- Kami dapat memahami reaksi oksidasi dengan menggunakan suatu oksidator kuat yaitu asam nitrat (HNO3). Dalam percobaan sintesis asam oksalat ini sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam dikarenakan bahan-bahan yang digunakan pada sintesis asam oksalat ini berbahaya dan juga pada sintesis asam oksalat ini menghasilkan gas nitrogen yang bersifat karsinogenik.
- Kami dapat mengetahui sifat-sifat asam oksalat dan kegunaannya yaitu untuk memperoleh kristal asam oksalat sebaiknya suhu pada saat mensintesis asam oksalat harus dijaga dalam suasana dingin. Dan memperoleh hasil crystal yang lebih murni sebaiknya dilakukan rekristalisasi lebih lanjut.
Padang : Universitas Negeri Andalas.
- Mengapa proses pengkristalan pada sintesis asam oksalat ini harus dilakukan dalam es?
- Pada saat pemanasan larutan glukosa dan HNO3 menimbulkan asap yang beracun (karsinogenik), ketika tidak sengaja terhirup apakah berbahaya? Bagaimana cara menanggulanginya?
- Kenapa kita perlu menambahkan HNO3 Pada pembuatan asam oksalat ini?

Saya Nur khalishah akan coba menjawab permasalahan wafiqah ni 1 :
ReplyDeleteTujuan di dilakukan pengkristalan di dalam air es adalah agar larutan tadi mudah untuk terbentukan nya kristal (segera membentuk kristal )dan juga agar kristal nya mudah untuk bersatu dan tidak bercampur lagi dengan larutan nya
Saya Denora Situmorang (056) akan mencoba menjawab pertanyaan no 1, sebenarnya pada suhu ruang kristal tetap akan terbentuk, tetapi penggunaan air es untuk memperoleh kristal lebih cepat terimakasih
ReplyDeleteSaya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 3 Karena, pembuatan sintesis asam oksalat ini, Asam oksalat yang terbentuk pada percobaan ini merupakan campuran dari gula pasir atau sukrosa dengan asam nitrat pekat (HNO3). Reaksi pembentukkan asam oksalat ini menggunakan reaksi oksidasi antara gula pasir atau sukrosa dengan asam nitrat pekat (HNO3). Jadi, HNO3 berperan sebagai oksidator di dalam sintesis ini.
ReplyDelete