Skip to main content

Laporan Percobaan-02 "Pembuatan Senyawa Organik Asam Oksalat"


LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II








DISUSUN OLEH:
WAFIQAH ALVIA. R
(A1C118047)






DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020




VII. Data Pengamatan

NO

PERLAKUAN

HASIL PENGAMATAN

1.

Dimasukkan 5 mL asam nitrat pekat kedalam labu Erlenmeyer yang sudah berisi 10 gram gula

Gula sedikit larut

2.

Dihubungkan selang tabung tiga ke labu Erlenmeyer dan tutup menggunakan penutup kayu

Warna larutan bening dan terdapat gula yang belum larut sempurna

3.

Dibiarkan beberapa waktu

Larutan berwarna bening

4.

Dilakukan pemansan larutan

Warna larutan menjadi kuning pekat kecoklatan dan mulai timbul gas nitrogen dioksida

5.

Dihentikan pemanasan sebentar

Larutan menjadi coklat pekat kehitaman

6. 

Didiamkan beberapa waktu

Warna larutan menjadi agak pudar tidak coklat pekat kehitaman seperti tadi

7.

Dipanaskan lagi larutan

Warna larutan kuning

8.

Dibuka penutup darimulut Erlenmeyer dan dimasukkan larutan kedalam gelas piala dan dimasukkan kedalam wadah yang berisi air

 

Terbentuk kristal asam oksalat berwarna putih


VIII. Pembahasan 
    Pada percobaan kali ini, yaitu pembuatan seyawa organik asam oksalat dimana asam oksalat ini merupakan asam dikarboksilat yang memiliki berat molekul rendah. Asam oksalat berwujud padat, berwarna putih dan memiliki titik leleh yang besar yaitu 187℃ dan membentuk kristal granula. Didalam laboratorium asam oksalat biasa digunakan sebagai larutan standarnya dan dititrasi dan digunakan sebagai pelapis besi. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan asam oksalat ini adalah gula pasir yang mana penggunaan gula pasir ini dikarenakan gula pasir yang memiliki berat molekul yang besar dan merupakan zat organik yang mana apabila ditambahkan atau direaksikan dengan asam kuat maka akan terbentuk asam oksalat, HNO3 pekat dijadikan sebagai oksidatornya. Disini kami mencampurkan gula dengan larutan HNO3 sehingga diperoleh reaksi sebagai berikut:

C12H22O11 + 36HNO3 →6C2H2O4 + 36NO2 + 23H2O

    Ketika asam nitrat ditambahkan gula, maka molekul pada gula akan terpecah menjadi asam oksalat dengan berat molekul dan bentuknya yang sederhana. Setelah dicampurkan, disini dilakukan pemanasan yang bertujuan untuk mempercepat pelarutan gula pasir dalam larutan HNO3, beberapa menit pemanasan berlangsung larutan berubah menjadi kuning kecoklatan dan timbul asap coklat yang berbau menyengat, asap yang dikeluarkan dari labu ini adalah gas NO2 yang merupakan hasil reaksi diatas. Gas ini bersifat beracun (karsinogenik). Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan pada lemari asam atau pada ruangan yang terbuka.

  Tahap terakhir dari praktikum ini ialah mendinginkan larutan tadi di dalam ember atau wadah yang berisi air es. Proses pendinginan ini berfungsi mendapatkan hasil larutan berwarna putih. Kristal asam oksalat akan mudah larut dalam suasana panas dalam larutan, oleh karena itu pembentukan Kristal ini dilakukan pada keadaan dingin. Proses pendinginan yang disertai dengan pengadukan bertujuan agar terbentuk kristal asam oksalat berwarna putih . hal ini terjadi diakibatkan,gas N2 yang dihasilkan ketika pemanasan dan penambahan aquades sudah habis bereaksi sehingga diperoleh kristal putih. 

IX. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang kami dapatkan dalam praktikum kali ini, yaitu:
  1. Kami dapat memahami cara pembuatan asam oksalat dengan zat organik yang memiliki berat molekul besar sebagai bahan dasar nya. Pembentukan kristal asam oksalat menggunakan reaksi oksidasi antara gula pasir dan asam nitrat (HNO3)
  2. Kami dapat memahami reaksi oksidasi dengan menggunakan suatu oksidator kuat yaitu asam nitrat (HNO3). Dalam percobaan sintesis asam oksalat ini sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam dikarenakan bahan-bahan yang digunakan pada sintesis asam oksalat ini berbahaya dan juga pada sintesis asam oksalat ini menghasilkan gas nitrogen yang bersifat karsinogenik. 
  3. Kami dapat mengetahui sifat-sifat asam oksalat dan kegunaannya yaitu untuk memperoleh kristal asam oksalat sebaiknya suhu pada saat mensintesis asam oksalat harus dijaga dalam suasana dingin. Dan memperoleh hasil crystal yang lebih murni sebaiknya dilakukan rekristalisasi lebih lanjut.
X. Daftar Pustaka

Afriandi. 2015. Studi Kajian Pembuatan Asam Oksalat Dengan Variasi Kecepatan Pengadukan Dan Lama Waktu Pengadukan Dari Bahan Dasar Ampas Tebu : JOM FTEKNIK Vol : 3. No : 1

Fessenden. 1982. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga

Hart,Craine. 2003. Kimia Organik Edisi Kesebelas. Jakarta : Erlangga

Kurniawan. 2017. Analisa Ekstraktif Tumbuhan Sebagai Sumber Bahan Obat.Pusat Penelitian.   
Padang : Universitas Negeri Andalas.

Tim Penuntun Praktikum Kimia Organik II. 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi


Pertanyaan 
  1. Mengapa proses pengkristalan pada sintesis asam oksalat ini harus dilakukan dalam es?
  2. Pada saat pemanasan larutan glukosa dan HNO3 menimbulkan asap yang beracun (karsinogenik), ketika tidak sengaja terhirup apakah berbahaya? Bagaimana cara menanggulanginya?
  3. Kenapa kita perlu menambahkan HNO3 Pada pembuatan asam oksalat ini?

Comments

  1. Saya Nur khalishah akan coba menjawab permasalahan wafiqah ni 1 :
    Tujuan di dilakukan pengkristalan di dalam air es adalah agar larutan tadi mudah untuk terbentukan nya kristal (segera membentuk kristal )dan juga agar kristal nya mudah untuk bersatu dan tidak bercampur lagi dengan larutan nya

    ReplyDelete
  2. Saya Denora Situmorang (056) akan mencoba menjawab pertanyaan no 1, sebenarnya pada suhu ruang kristal tetap akan terbentuk, tetapi penggunaan air es untuk memperoleh kristal lebih cepat terimakasih

    ReplyDelete
  3. Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 3 Karena, pembuatan sintesis asam oksalat ini, Asam oksalat yang terbentuk pada percobaan ini merupakan campuran dari gula pasir atau sukrosa dengan asam nitrat pekat (HNO3). Reaksi pembentukkan asam oksalat ini menggunakan reaksi oksidasi antara gula pasir atau sukrosa dengan asam nitrat pekat (HNO3). Jadi, HNO3 berperan sebagai oksidator di dalam sintesis ini.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Laporan Percobaan 12 "Uji Asam Amino dan Protein

  LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II DISUSUN OLEH: WAFIQAH ALVIA. R (A1C118047) DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2020 VII.     DATA PENGAMATAN   NO PERLAKUAN TUJUAN HASIL 1. Disiapkan 4 tabung. Tabung 1 = fenilalanin, tabung 2 = alanin , tabung 3 = susu , tabung 4 = albumin Untuk dilakukan uji biuret Tabung 1,2,4 = tidak berwarna. Tabung 3 = putih 2. Di tetesin dengan biuret - 3. Lalu di homogenkan Agar terbentuknya warna hasil uji biuret Tabung 1 dan 2= tidak berwarna Tabung 3 dan 4 = berwarna ungu 4. Dilakukan pemanasan dengan dimasukan tabung 3 dan 4 ke dalam gelas kimia yang terdapat air yang dipanaskan Untuk mempercep...

Jurnal Percobaan-01 "Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat"

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II DISUSUN OLEH: WAFIQAH ALVIA. R (A1C118047) DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2020 I.       Judul      "Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat" II.     Hari/Tanggal        Rabu, 07 Oktober 2020 III.   Tujuan        Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu : Dapat mengetahui dan memahami salah satu reaksi substitusi elektrofilik pada senyawa aromatik. Dapat mengetahui dan memahami sifat kearomatikan dari senyawa aromatik yang tersubstitusi.       IV.     Landasan Teori     Senyawa aromatik adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki sifat-sifat yang mirip dengan sifat-sifat kimia dari benzena. Senyawa hidrokarbon aromatik bila mengalami reaksi, maka reaksi yang akan dijalaninya cenderung merupak...